Kamis, 27 Februari 2020

BNI Ambon Pastikan Dana Nasabah Tetap Aman Terkait Adanya Pembobolan

Sumber: google.com


Meskipun ada pemberitaan bahwa Bank Negara Indonesia (BNI) 46 cabang Ambon sudah terjadi pembobolan oleh oknum dengan inisial FY. Ditegaskan oleh BNI Ambon, meskipun ada pembobolan tersebut tetapi dana nasabah tetap aman, dengan demikian para nasabah tidak perlu merasa khawatir untuk melakukan transaksi dan menyimpan dana di BNI Ambon.

Peristiwa pembobolan yang terjadi di BNI Ambon ini dikatakan oleh Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan peristiwa yang menimpa BNI Ambon tersebut adalah perbuatan oknum dalam sebuah sindikat. Karena itu, tidak akan mempengaruhi kondisi BNI secara umum. Dikatakan juga oleh Putrama ada beberapa faktor yang menjadi sebab nasabah tidak perlu merasa khawatir dengan Bank BNI.

Faktor yang pertama adalah operasional layanan perbankan di BNI tetap berjalan normal, termasuk di seluruh outlet yang berada di bawah koordinasi Kantor Cabang Utama Ambon.

Faktor yang kedua adalah kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga. Hal itu dibuktikan dengan jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan jumlah transaksi keluar.

Faktor yang ketiga adalah BNI tetap berkomitmen menjaga ketersediaan uang tunai yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai channel, termasuk mesin ATM selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

"Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI," kata dia, yang akrab disapa Iwan itu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 19 Oktober 2019. 

Dia menuturkan bahwa kasus tersebut sudah dalam proses penyelidikan pihak kepolisian sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pengungkapannya. Hasil investigasi, dia menuturkan, mengidentifikasi kondisi yang tidak wajar, yaitu terdapat dugaan adanya sindikat yang menawarkan investasi tak wajar, di mana FY yang merupakan bagian dari sindikat, mengumpulkan dana dari para investor dengan dijanjikan imbal hasil yang cukup besar untuk berbisnis.

Sementara para penerima aliran dana disinyalir adalah para pemilik modal yang seolah-olah menerima pengembalian dana dan imbal hasil dari oknum, padahal dananya berasal dari hasil penggelapan dana bank. Nilai dana yang digelapkan FY berdasarkan temuan hasil pemeriksaan internal seebsar Rp58,95 miliar.

Berdasarkan hasil temuan tersebut, BNI Ambon menemukan adanya kejanggalan transaksi. Dan atas temuan itu, BNI mengambil tindakan segera dengan melaporkannya ke Polda Maluku untuk mengungkap dan menuntaskan kasus serta mengupayakan recovery dana BNI yang digelapkan oleh sindikat.

Sementara itu, salah satu potret yang dapat menunjukkan kinerja BNI cabang Ambon memuaskan dapat dilihat dari kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun di seluruh outlet di bawah koordinasi Kantor Cabang Ambon. Ini juga bukti dari animo masyarakat Ambon untuk menabung dan menggunakan layanan transaksi digital (digital service transaction) BNI Ambon yang cukup tinggi.

Data per September 2019 menunjukkan, DPK yang dihimpun di Ambon dan sekitarnya tumbuh sebesar 20,06 persen secara Year on Year (YoY) dibandingkan DPK yang terkumpul selama tahun 2018. “DPK yang tumbuh merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kepercayaan masyarakat terhadap BNI,” ujarnya.


DPK BNI tersebut sebagian besar ditopang pertumbuhan tabungan dan giro yang merupakan sumber dana murah. BNI mencatat, di Ambon dan sekitarnya terjadi pertumbuhan tabungan dan giro masing-masing sebesar 19,99 persen dan 27,96 persen secara YoY.



Sumber: Viva.co.id

Direktur Kredit BNI Ambon Lakukan Kunjungan Kerja ke Kanwil Kemenkumham

Sumber: google.com


Melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Hukun dan HAM (Kemenkumham) Maluku, Direktur Kredit BNI Diona dan dengan ditemani oleh Stenli selaku staf. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk meningkatkan ekspansi kredit dan juga untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi jaringan kantor Bank Nasional Indonesia (BNI) di Provinsi Maluku Cabang Ambon.

Kedatangan Direktur Kredit dari BNI Ambon yakni Diona, disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Priyadi. Menyambut kedatangan Diona, Priyadi mengucapkan selamat datang dan atas kedatangan Direktur Kredit BNI Ambon untuk bisa mengunjungi Kanwil Lemenkumham Maluku.

Lebih mendetail lagi tujuan dari Diona mengunjungi Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Maluku terlebih untuk meningkatkan kerjasama dengan Kanwil Kemenkumham Maluku terkait dengan salah satu syarat dalam pemenuhan pengajuan kredit untuk masyarakat yakni adanya kerjasama dengan notaris, mengingat notaris di bawah pengendalian Kanwil Kemenkumham Malluku, ujar Direktur Kredit BNI Ambon, Diona.

Terkait dengan syarat (surat-surat) dalam pemenuhan pengajuan kredit Kakanwil mengatakan hal ini sangat penting dan butuh kerjasama dari pihak bank dalam hal ini BNI sendiri agar jelas urusannya menyangkut hak maupun kewajiban yang harus ditanda tangani bersama.

Lebih lanjut Kakanwil mengatakan soal notaris beberapa waktu yang lalu tepatnya 19 September 2016 sudah dilakukan pelantikan majelis pengawas notaris yang artinya bila ada sebagian dari notaris yang nakal akan kita tindak sesuai dengan kode etik (peraturan) yang berlaku dan kita juga sudah mendeklarasikan perang melawan Pungutan Liar (Pungli) 18 Oktober 2016 yang artinya tidak adalagi ruang atau celah untuk hal-hal yang saya sebutkan diatas ditambah juga dengan moto kita di Kanwil Maluku : Kami “PASTI” Melayani Tanpa Korupsi, Tanpa Narkoba dan Non Diskriminasi, tambah Kakanwil kepada Direktur Kredit BNI bahwa pada akhir November ini akan dilakukan evaluasi notaris di seluruh Indonesia.

Pertemuan Kakanwil dengan Direktur Kredit BNI Maluku Cabang Ambon ini berlangsung hikmat dan penuh kekeluargaan serta mendapatkan kesepakatan bersama “Sinergi”, Kanwil dan BNI Untuk Kemajuan Ekonomi Maluku Tumbuh Lebih Baik.



Rabu, 26 Februari 2020

Wilayah Maluku Dibuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) BNI

Sumber: google.com


Selalu mengedepankan kemudahan dan juga kenyaman bertransaksi untuk seluruh nasabah adalah tujuan dan target dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Untuk memberikan kemudahan akses untuk masyarakat sekaligus perluasan jaringan bisnis dan peningkatan kualitas layanan, BNI Ambon, membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) baru di 4 kabupaten/kota di Maluku.

4 KCP yang dibuka, yakni KCP Seram Bagian Barat (Gemba), Rabu(5/10/2016), KCP Seram Bagian Timur (Bula), Kamis(6/10/2016), KCP Maluku Tenggara (Langgur), Jumat(7/10/2016), dan KCP Kepulauan Aru (Dobo), Rabu(12/10/2016). Bertambahnya 4 KCP, maka secara keseluruhan BNI telah berada di 10 kabupaten/kota di Maluku.

Kepala Kantor BNI Ambon, Dionne E. Limmon mengatakan dengan hadirnya 4 KCP baru, dapat memberikan pelayanan serta lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami yakin dengan dibukanya beberapa KCP bisa membantu mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi dan aktivitas perbankan,” ungkapnya kepada koran ini, Rabu(5/10).

Di Maluku, saat ini terdapat satu KCU, dan 7 KCP, 5 kantor kas dan 61 unit ATM yang tersebar di berbagai lokasi. “Kami sendiri optimis dapat membantu memenuhi kebutuhan perbankan masyarakat termasuk fasilitas pembiayaan atau permodalan. Selain itu, dalam waktu dekat sebanyak 14 unit ATM akan segera dioperasikan,” rincinya.

Di tengah persaingan industri perbankan yang kian kompetitif, sambung Dionne, BNI tetap berkomitmen untuk berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi nasional, antara lain dengan memberikan layanan yang unggul dan memberikan nilai lebih bagi nasabah.

Salah satunya adalah dengan terus mengembangkan, meningkatkan dan merevitalisasi KCP baru maupun ATM agar lebih berkualitas, baik dari aspek teknologi maupun fitur layanan. Layanan tersebut diberikan dengan memperhatikan aspek potensi bisnis daerah dan kebutuhan nasabah di lokasi-lokasi strategis di daerah ini.

Pembukaan KCP baru juga bertujuan untuk meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI serta memperluas coverage area bisnis atau layanan, sehingga BNI bisa lebih dekat dengan nasabah dalam rangka memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya

Selain itu, sebagai langkah untuk meningkatkan jumlah agen layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau laku pandai yang di BNI disebut dengan Agen BNI46. “Agen BNI46 adalah pihak ketiga yang bekerjasama dengan BNI untuk menjadi kepanjangan tangan BNI dalam menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat, berupa pembukaan rekening tabungan BNI pandai, setoran tunai, penarikan tunai, dan pembayaran,” paparnya.

Dia berharap, BNI bisa mendorong potensi ekonomi di Maluku dan menjadi bank pilihan utama masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan.


“Intinya kami berharap dapat menopang rencana ekspansi kredit BNI dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat diantaranya melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan produk perbankan lainnya,” harapnya.



Penandatanganan MOU Polda Maluku dan BNI Ambon Dilaksanakan di Rupattama Polda Maluku

Sumber: google.com


Penandatanganan MOU antara Polda Maluku dengan Pimpinan BNI Ambon. (Ka BNI Makassar) dilakukan di Rupattama Polda Maluku. Penandatanganan tersebut ditandatangani oleh Polda Maluku, Kapolda Maluku Irjen Pol. Drs. Deden Juhara dengan didampingi dengan Waka Polda Maluku Brigjen Pol. Drs. Daniel Pasaribu dan Drs. M. Rubani, A.,k, M. M.

Dikatakan oleh Kabid Humas Polda Maluku AKBP. A. R. Tatuh, penandatanagan tersbeut disaksikan oleh para pejabat yang hadir. Penandatanganan tersebut dari Polda Maluku diwakili oleh Kapolda Maluku dan dari BNI Ambon ditandatangani oleh Dionne E. E. Lamongan.

Penandatanganan ini dinyatakan oleh Kapolda Maluku dalam sambutannya bahwa pelaksanaan penandatanganan MOU ini adalah bentuk tindak lanjut yang sudha dilakukan olej pimpinan Polri dengan Pimpinan BNI Pusat. Sehingga wujud tindak lanjut dari petunjuk pimpinan Polri.

Dirinya juga mengatakan, hal ini untuk peningkatan akuntabilitas dan transparansi serta pengamanan dan pelayanan bidang keuangan dalam pembayaran gaji dan tunjangan kinerja kepada anggota dan PNS Polri.

Hal ini dilakukan secara langsung ke rekening masing-masing anggota dan PNS yang bersangkutan melalui Bank Pemerintah. maka dengan dilaksanakan MOU ini diharapkan PT. Bank BNI Ambon dapat terus meningkatkan pelayanannya kepada seluruh personil Polda Maluku dan khususnya Personil Brimob dan Maluku, harap Kapolda. 

Sementara itu Ka BNI Makassar dalam sambutannya antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan MOU antara Polda Maluku dengan BNI Ambon dalam rangka kerjasama untuk menunjang pelayanan produk dan jasa perbankan bagi Kepolisian Daerah Maluku. Hal ini juga merupakan tindak lanjut kerjasama yang sudah dilakukan antara Polri dan Bank BNI yang telah ditandatangani di Jakarta, jelasnya.

Untuk itu tambahnya, pelaksanaan pembayaran transaksi perdana oleh Sat Brimobda Maluku dengan digunakan berupa kartu Debit BNI – Polri Promoter, yang mana kartu ini telah didesain khusus PROMOTER sesuai dengan visi misi Polri yaitu “Profesional, Modern, dan Terpercaya”. urainya.

Acara diakhiri dengan pemberian Cendramata dari Kapolda kepada Ka BNI Makassar, dan sebaliknya serta dilanjutkan dengan foto bersama. kegiatan berlangsung lancar dan aman.



Selasa, 25 Februari 2020

Kepala BNI Ambon Mengajurkan Nasabah Untuk Gunakan E-Banking Agar Mudah Bertransaksi

Sumber: google.com


Pejabat Kepala BNI Ambon, Nolly Stevie Bernard menganjurkan nasabahnya untuk menggunakan aplikasi e-banking. Dimana dengan ini para nasabah akan dimudahkan untuk bertansaksi.

Dimana hal ini sangat berguna untuk para nasabah dalam memantau aktivitas keuangan mereka. Melansir dari laman Kumparan, e-banking yang digunakan oleh nasabah yang menggunakan BNI Ambon sangatlah sedikit.

"Saya sering edukasi kepada nasabah supaya bisa pakai e-banking karena  itu terdiri dari ATM, sms banking, mobile banking, internet banking supaya kalau ada uang yang bergerak dari rekening nasabah kita bisa tahu," kata Nolly, Rabu (30/10).

Bahkan menurutnya, hanya ada sekitar 90 persen nasabah BNI Ambon yang baru menggunakannya. Dan tentunya hal ini akan membuat nasabah BNI Ambon kerepotan dalam melakukan transaksi.

"Banyak yang tidak mau untuk buat e-banking karena merasa pusing tapi sekarang ini kan penting. Padahal pakai aplikasi e-banking sangat mudah," lanjutnya.

Dan dikatakan Nolly, untuk mengaktifkan e-banking ini nasabah BNI Ambon cukup membawa e-KTP dan buku tabungan ke kantor cabang pembantu di BNI Ambon.



Guna Meminimalisir Kesalahan, BNI Akan Mengurangi Keterlibatan Manusia

Sumber: google.com


Guna meminimalisir kesalahan yang terjadi, Bank Negara Indonesia (BNI) khususnya BNI Ambon,  diketahui akan mengurangi keterlibatan manusia didalamnya.

“Pada prinsipnya kami akan lebih dominan untuk mengurangi unsur peran manusia. Mungkin lebih banyak peran IT,” ucap Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahyu Setyawan kepada reporter Tirto, Senin (21/10/2019) saat ditemui di Plaza Indonesia.

Tak ingin kejadian yang terjadi di BNI Ambon kembali terjadi, maka diperlukan adanya pencegahan dengan sistem berlapis.

“Kalau udah ada sistem berlapis dan aturan main, tapi satu lini sudah kompromi susah ya. Jadi perbaikan itu mengurangi, meminimalisir keterlibatan manusia dalam proses,” ucap Putrama.

Dana nasabah BNI Ambon dipastikan Putrama akan selalu aman. Dikatakan Putrama, dana nasabah BNI Ambon selalu aman dan tidak perlu khawatir.

“Untuk recovery-nya tentu kami sangat berharap dari hasil pelacakan aset yang dilakukan penegak hukum itu salah satu sumber dari recovery untuk mengembalikan dana Rp58,9 miliar itu. Nanti ditelusuri,” ucap Putrama.



Sumber: Tirto.id

Senin, 24 Februari 2020

Kasus Yang Terjadi Pada BNI Ambon, Tak Mempengaruhi Harga Saham DI BEI

Sumber: google.com

Dianggap tidak mempengaruhi langsung harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara nasinoal terkait dengan adanya kasus pembobolan dana Bank 46 cabang Ambon dengan sejumlah Rp58,9 miliar oleh terduka pelaku dengan inisial nama YF dan kroninya. Sebab di bursa efek melihat skala perusahaan BNI Ambon. Dimana yang terjadi masih sebatas masalah di cabang. Hal itu diakui kepala BEI perwakilan Maluku Alberto Dachi.

“Kalau berkaca dari kasus BNI Ambon ini sebenarnya secara nasional tidak ada permasalahan atau pengaruh langsung. Karena di bursa efek kan kita lihat skala perusahaan BNI-nya dan dari bursa efek belum ada urgensi untuk haruskah minta penjelasan langsung dari BNI 46 atau apa. Ini mungkin masalahnya masih sebatas di cabang jadi dari sahamnya sendiri tidak ada masalah,” tukas Berto kepada Mimbarrakyatnews.com di Ambon, Senin (28/10/19).

Berto mengatakan jika harga saham itu turun akan lebih ke sektoral.  Sebab beberapa saham perbankan secara umum ini memang lagi turun harga sahamnya. Tapi kalau BNI Ambon secara spesifik mungkin dari kasus yang ada tidak secara langsung berpengaruh ke pergerakan harga saham.

“Mungkin lebih ke keadaan saja. Kondisi ekonomi itu kan kemarin sempat ada penurunan suku bunga juga gitu kan, mungkin secara jangka pendek di sektor perbankan lagi sedang turun tapi nanti biasanya secara jangka panjangnya khan bisnisnya akan pulih lagi,” ungkapnya.

Untuk itu investor diimbau oleh Berto untuk tidak panik untuk adanya berita-berita seperti kasus pembobolan BNI Ambon karena terkait dengan harga saham. Kalaupun ada permasalahan apapun, dari bursa efek pasti akan meminta penjelasan langsung kepada BNI pusat.

“Tidak ada pengaruh secara signifikan baik penurunan atau peningkatan, masih normal-normal saja karena kita kan pergerakan sektornya beda, pasar modal dan perbankan. Jadi investor tidak usah panik lah. Sampai sekarang nggak ada urgensi seperti itu bahkan tidak ada suspensi perdagangan saham dan lainnya. Karena ini sifatnya mungkin lebih ke permasalahan di cabang. Kalau investor yang punya saham anjurannya jangan terlalu panik berlebihan menanggapi. Tetap tenang, sebab semua aman,” tutupnya.




“Sinergi” Untuk Kemajuan Ekonomi Maluku, BNI Ambon Kunjungan Kerja ke Kanwil Maluku

Sumber: google.com


Melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Hukun dan HAM (Kemenkumham) Maluku, Direktur Kredit BNI Diona dan dengan ditemani oleh Stenli selaku staf. Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk meningkatkan ekspansi kredit dan juga untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi jaringan kantor Bank Nasional Indonesia (BNI) di Provinsi Maluku Cabang Ambon.

Kedatangan Direktur Kredit dari BNI Ambon yakni Diona, disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Priyadi. Menyambut kedatangan Diona, Priyadi mengucapkan selamat datang dan atas kedatangan Direktur Kredit BNI Ambon untuk bisa mengunjungi Kanwil Lemenkumham Maluku.

Lebih mendetail lagi tujuan dari Diona mengunjungi Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Maluku terlebih untuk meningkatkan kerjasama dengan Kanwil Kemenkumham Maluku terkait dengan salah satu syarat dalam pemenuhan pengajuan kredit untuk masyarakat yakni adanya kerjasama dengan notaris, mengingat notaris di bawah pengendalian Kanwil Kemenkumham Malluku, ujar Direktur Kredit BNI Ambon, Diona.

Terkait dengan syarat (surat-surat) dalam pemenuhan pengajuan kredit Kakanwil mengatakan hal ini sangat penting dan butuh kerjasama dari pihak bank dalam hal ini BNI sendiri agar jelas urusannya menyangkut hak maupun kewajiban yang harus ditanda tangani bersama.

Lebih lanjut Kakanwil mengatakan soal notaris beberapa waktu yang lalu tepatnya 19 September 2016 sudah dilakukan pelantikan majelis pengawas notaris yang artinya bila ada sebagian dari notaris yang nakal akan kita tindak sesuai dengan kode etik (peraturan) yang berlaku dan kita juga sudah mendeklarasikan perang melawan Pungutan Liar (Pungli) 18 Oktober 2016 yang artinya tidak adalagi ruang atau celah untuk hal-hal yang saya sebutkan diatas ditambah juga dengan moto kita di Kanwil Maluku : Kami “PASTI” Melayani Tanpa Korupsi, Tanpa Narkoba dan Non Diskriminasi, tambah Kakanwil kepada Direktur Kredit BNI bahwa pada akhir November ini akan dilakukan evaluasi notaris di seluruh Indonesia.

Pertemuan Kakanwil dengan Direktur Kredit BNI Maluku Cabang Ambon ini berlangsung hikmat dan penuh kekeluargaan serta mendapatkan kesepakatan bersama “Sinergi”, Kanwil dan BNI Untuk Kemajuan Ekonomi Maluku Tumbuh Lebih Baik.



Minggu, 23 Februari 2020

BNI Ambon Kini Membuka 4 KCP di Maluku Untuk Memudahkan Nasabah

Sumber: google.com

Demi meningkatkan kenyamanan bertransaksi kepada seluruh nasabah, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kini membuka beberapa Kantor Cabang Pembantu (KCP) baru di Maluku.

“Kami yakin dengan dibukanya beberapa KCP bisa membantu mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi dan aktivitas perbankan,” ungkap Dionne E. Limmon, Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BNI Ambon, Rabu(5/10).

Tak tanggung-tanggung, mereka membuka 4 KCP, yaitu KCP Seram Bagian Barat (Gemba), Rabu(5/10/2016), KCP Seram Bagian Timur (Bula), Kamis(6/10/2016), KCP Maluku Tenggara (Langgur), Jumat(7/10/2016), dan KCP Kepulauan Aru (Dobo), Rabu(12/10/2016).

Dikatakannya, BNI Ambon kan selalu membantu memudahkan kebutuhan perbankan masyarakat termasuk fasilitas pembiayaan atau permodalan. Dengan adanya satu KCU dan 7 KCP, 5 Kantor kas dan 61 unit ATM. BNI Ambon akan kembali menambahkan 14 unit ATM.

"Dengan terus mengembangkan, meningkatkan dan merevitalisasi KCP baru maupun ATM agar lebih berkualitas, baik dari aspek teknologi maupun fitur layanan. BNI Ambon akan terus membantu kebutuhan nasabah dimanapun berada. Pembukaan KCP baru juga bertujuan untuk meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Ambon serta memperluas coverage area bisnis atau layanan, sehingga BNI bisa lebih dekat dengan nasabah dalam rangka memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya

Selain itu, sebagai langkah untuk meningkatkan jumlah agen layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau laku pandai yang di BNI disebut dengan Agen BNI46.

Agen BNI46 sendiri adalah pihak ketiga yang bekerjasama dengan BNI untuk menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat. Baik itu berupa pembukaan rekening tabungan BNI pandai, setoran tunai, penarikan tunai, dan pembayaran.

“Intinya kami berharap dapat menopang rencana ekspansi kredit BNI Ambon dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat diantaranya melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dan produk perbankan lainnya,” harapnya. (IWU)



Dengan Tagline "Bersama Jadi Luar Biasa", BNI Ambon Rayakan Hut Ke-73

Sumber: google.com


Bank Negara Indonesia (BNI) telah berulang tahun yang ke-73. BNI Ambon dengan tagline "Bersama Jadi Luar Biasa" kemudian merayakannya dengan bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Ambon melakukan donor darah.

Sebelumnya, acara dimulai dengan pemotongan tumpeng ini dipimpin oleh Pemimpin BNI Ambon yaitu Ferry Siahainenia yang kemudian diberikan kepada manajemen. Dan tak hanya itu saja, selain BNI Ambon, acara ini diikuti oleh personil Kodam Kodam XVI/Pattimura dengan target 100 kantong darah.

“Donor darah bekerjasama dengan PMI dan Satker yang dibawah otoritas Kodam XVI/Pattimura. Kami juga akan melaksanakan rekreasi bersama seluruh pimpinan, manajemen dan pegawai, Sabtu (6/7) di pantai Liang. Untuk donor darah, harapan kita banyak yang datang karena karena target kita 100 kantong, pasti didominasi TNI AD Kodam XVI Pattimura. Sementara internal, semua pegawai dilibatkan menyumbang darahnya. Kita juga syukuri HUT dengan pemotongan tumpeng, doa bersama dan sebelumnya ada lomba tenis meja untuk internal pegawai sejak 2 Juli. Puncaknya hari ini,” tukasnya kepada awak media di ruang kerjanya.

Tak hanya itu, kegiatan BNI Ambon ini juga tetap memberikan masyarakat kemudahan. Yaitu diadakannya BNI Layanan Gerak (BLG), mobil pelayanan bagi masyarakat yang bisa dijangkau di Liang dan sekitarnya, kemudian ada CSR juga yang akan berbagi disitu.

Di usia BNI ke 73, dirinya berharap dan bertekad membangun Maluku lewat beberapa pengembangan sektor usaha yang ada disini.

“Pastinya, HUT ke 73 ini juga menjadi motivasi untuk BNI Ambon dalam meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Karena konsistensi kita itu jelas. Kita ingin meningkatkan layanan dan juga meningkatkan bisnis. Terutama kepedulian kita pada masyarakat. Jadi yang sudah berjalan saat ini khan, Ambon salah satu barometer bisnis dan layanan untuk wilayah. Karena kami dibawah supervisi wilayah Makassar. Kami ingin kontribusi kami ini betul-betul nyata dan bisa dirasakan masyarakat,” kunci Ferry.

Tak hanya itu, Serda Dwiki Dharmawan mengaku bahwa aksi donor darah ini sudah sering dilakukan TNI/AD sebagai kepedulian dan berbagi kepada masyarakat melalui bank darah PMI. Dimana TNI akan selalu siap ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

“Semoga yang BNI Ambon lakukan ini, darah yang telah disumbang dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tukasnya.



Kamis, 20 Februari 2020

BNI Ambon Mengusung “Program Ayo Menabung dengan Sampah” Untuk Salurkan Gaya Hidup Sehat

Sumber: google.com


Setelah sukses melakukan kegiatan donor darah yang dilakukan oleh BNI Ambon. Kini Bank BNI kembali menggelar kegiatan yang mengkampayekan gaya hidup sehat.

Bukan BNI Ambon lagi kali ini, dengan memperkenalkan Agen46. Bank BNI mengajak para masyarakat memanfaatkan sampah sebagai salah satu sumber penghasilan yang bisa di tabung dalam sistem perbankan.

“Lingkungan menjadi lebih bersih, sampah pun terpilah. Saat yang sama, Agen BNI46 pun dapat dioptimalisasikan, antara lain dengan pembukaan rekening tabungan BNI, baik BNI Taplus, Simpel (simpanan pelajar) maupun tabungan BNI Pandai. Program ini juga telah sukses mendigitalisasi transaksi di Bank Sampah,” ucap Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dengan mengusung “Program Ayo Menabung dengan Sampah,” konsistensi Bank BNI mengembangkan Bank Sampah ini akhirnya mendapatkan penghargaan Padmamitra+ Award 2019 kategori Inovasi Digital, pada Selasa (5/11), yang diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dimana tema yang diterapkan di kawasan DKI Jakarta ini dapat membuat banyak perubahan. Sebelumnya juga, BNI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 1 dan Pemda DKI berkolaborasi menggelar Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah.

Terkait dengan inklusi keuangan, jumlah rekening Simpanan Pelajar (Simpel) per 30 September 2019 telah mencapai lebih dari 800.000 rekening. Yakni tumbuh lebih dari 45 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Bahkan jumlah dana yang dihimpun lebih dari Rp 57 miliar atau tumbuh 14 persen dibanding tahun lalu periode yang sama. Yang berarti jumlah ini termasuk di dalamnya sekitar 150.000 rekening Simpel yang telah dihasilkan dalam pilot project Program Ayo Menabung dengan Sampah di Jakarta Barat dan Utara sejak tahun lalu.

Respon positif dari kalangan siswa ini memberikan rasa optimisme pada generasi muda mendatang yang lebih peduli terhadap lingkungan, dan implementasi Program OJK “one student one account” secara lebih luas.

Dan tentunya program yang diadakan oleh BNI ini diharapkan dapat diterapkan dikawasan kawasan lainnya.



Imbauan Kepada Nasabah, Untuk Memeriksa Keuangan Melalui E-Banking

Sumber: google.com


Imbauan yang diberikan oleh BNI Ambon kepada para nasabah agar menggunakan e-banking untuk dapat memeriksa keuangan. Imbauan tersebut dilakukan agar mempermudah para nasabah BNI Ambon untuk melakukan aktivitas keuangan.

Pasca kasus adanya dugaan penggelapan uang yang sudah dilakukan oleh oknum pegawai Bank BNI, dikatakan oleh Pejabat Kepala BNI KCU Ambon, Nolly Stevie Bernard akan adanya kejadian tersbeut masyarakat khawatir dana yang sudah ditabung di Bank BNI Ambon itu hilang. Banyak nasabah komplain dan ingin menutup rekening tabungan. Meski pihaknya telah menginformasikan tabungan para nasabah aman.

Untuk itu, layanan  e-banking akan sangat berguna mengontrol keuangan juga memudahkan setiap transaksi keuangan nasabah.

"Saya sering edukasi kepada nasabah supaya bisa pakai e-banking karena  itu terdiri dari ATM, sms banking, mobile banking, internet banking supaya kalau ada uang yang bergerak dari rekening nasabah kita bisa tahu," kata Nolly, Rabu (30/10).


Menurut dia, baru 90 persen nasabah di BNI Ambon yang menggunakan aplikasi e-banking, hal ini karena mereka merasa kerepotan, padahal kegunaan yang didapatkan sangat besar.

"Banyak yang tidak mau untuk buat e-banking karena merasa pusing tapi sekarang ini kan penting. Padahal pakai aplikasi e-banking sangat mudah," ujarnya.

Untuk pengaktifkannya, Nolly menambahkan, nasabah hanya perlu membawa e-KTP dan buku tabungan ke kantor cabang utama maupun kantor cabang pembantu di Ambon.


"Nasabah harus datang sendiri ke kantor untuk mengatikfkan e-banking dengan membawa e-KTP dan buku tabungan," pungkasnya.



Selasa, 18 Februari 2020

Tak Hanya Mengangkat Ario Bimo, RUPSLB Juga Memberhentikan Catur Budi Harto

Sumber: google.com


Susunan pengurus PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) kini kembali mengalami perombakan. Dimana perombakan tersebut telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (30/8).

Melansir dari laman keuangan kontan, posisi Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama BNI tidak mengalami perubahan sama sekali. Namun, untuk posisi Direktur Keuangan BNI, RUPSLB BNI mengangkat Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan BNI menggantikan Anggoro Eko Cahyo.

"RUPSLB juga memberhentikan dengan hormat Catur Budi Harto sebagai Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan BNI," kata Ario usai RUPSLB, Jumat (30/8)

Bisa dilihat pada baris dibawah, berikut adalah jajaran dewan komisaris dan direksi yang dirombak.
Dewan Komisaris
Komisaris Komisaris Utama: Ari Kuncoro
Wakil Komisaris Utama : Hambra
Komisaris : Ratih Nurdiati
Komisaris : Askolani
Komisaris : Revrisond Baswir
Komisaris : Joni Swastanto
Komisaris : Pataniari Siahaan
Komisaris : Ahmad Fikri Assegaf
Komisaris : Sigit Widyawan.

Dewan Direksi
Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama : Herry Sidharta
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan: Tambok PS Simanjuntak
Direktur Tresury dan Internasional: Bob Tyasika Ananta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur TI dan Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Managemen Risiko: Rico Rizal Budidarmo
Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Endang Hidayatullah



Posisi Direktur Utama Bank BNI Kembali Dipegang Si Bankir Bertangan Dingin

Sumber: google.com


Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang dilaksanakan pada Jumat (30/8/2019) di Menara BNI Pejompongan, Jakarta, akhirnya menyatakan hasil akhir.

Melansir dari laman Liputan6.com, rapat tersebut menghasilkan perombakan susunan direksi dan dewan komisaris pada tubuh perusahaan. Walau begitu, Achmad Baiquni masih menduduki posisi sebagai Direktur Utama. Yang kini Direktur Keuangan BNI dipimpin oleh Ario Bimo.

Berikut jajaran direksi BNI setelah RUPSLB:
Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama: Herry Sidharta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Treasury & Internasional Banking: Bob Tyasika Ananta
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Management Risiko: Rico Budiarmo
Direktur Bisnis UMKM & Jaringan: Tambok P.S Simanjuntak
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Teknologi Informasi & Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Human Capital & Kepatuhan: Endang Hidayatullah.

Mengenal Sosok Achmad Baiquni
Pada tahun 1984, Achmad Baiquni memulai karir perbankannya di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Ia juga pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, serta Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal.

Mendapatkan panggilan 'Si Bankir Bertangan Dingin', Achmad Baiquni nyatanya harus meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung pada 1982 dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina pada 1992.

Ingin memiliki ilmu yang lebih tinggi, Achmad Baiquni terus mengasah ilmunya dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan diantaranya adalah Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda, Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat, Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR di Singapura.

Bahkan Baiquni juga pernah mengikuti Retail Banking Conference yang diadakan oleh LAFERTY di Singapura, Asian Bankers Surveyor Program yang digelar oleh Bank of New York di New York Amerika Serikat.



Pihak BNI Terus Berupaya Untuk Mengembalikan Kepercayaan Masyarakat

Sumber: google.com


Adanya kasus BNI kemarin membuat tingkat kepercayaan terhadap bank pelat merah mulai menurun. Sebagaimana yang disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku Bambang Hermanto.

Melansir dari laman Rakyatmaluku, dikatakan Bambang sejauh pengamatannya selama adanya kasus pembobolan dana nasabah di BNI, mulai ada ketidakpercayaan kepada BNI dan juga perbankan.

Menanggapi masalah tersebut, Wakil Pimpinan BNI Ambon Bidang Pemasaran Bisnis, Nolly Sahumena mengatakan, memang adanya masalah tersebut tentu akan berpengaruh terhadap kapabilitas perbankan. Namun pihaknya terus berupaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Salah satu upaya mengembalikan kepercayaan itu dengan tetap meningkatkan pelayanan terhadap para nasabah secara baik. Ia mengklaim, aktivitas transaksi perbankan di BNI Ambon sampai hari ini masih tetap berjalan sebagaimana biasanya.

“Kita tetap melakukan aktivitas transaksi seperti biasa tanpa melakukan kegiatan yang membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap BNI,” kata Nolly kepada Rakyat Maluku, Kamis 21 November 2019.

Menurutnya, sampai dengan hari ini, masyarakat masih tetap mempercayakan BNI dengan melakukan berbagai transaksi, baik terkait kredit maupun transaksi lainnya. Ditambahkan, wajar kalau masyarakat terganggu dengan peristiwa di BNI Ambon.

Namun pihaknya bertanggungjawab untuk melakukan upaya dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat, terutama para nasabah BNI. Terkait dengan volume transaksi di tingkat Kantor Cabang Pembantu (KCP), dia mengatakan tetap berjalan seperti biasa.

“Karena para pegawai telah melakukan berbagai pendekatan dengan menyampaikan kondisi di BNI jadi semuanya berjalan dengan baik,” jelas dia.

Selain itu, soal permintaan dari OJK pusat untuk melakukan audit internal dan forensik di BNI, kata Nolly, hal itu telah dilakukan. Bahkan hingga saat ini prosesnya masih berlangsung, sehingga hasilnya pun belum mereka dapatkan.

“Audit di internal masih berlangsung. Kita sampai saat ini belum mendapatkan hasil audit tersebut. Kami juga tidak tahu prosesnya akan berjalan hingga kapan,” tandasnya.



Manjakan Warga Ambon, BNI Bagikan Pengobatan dan Sembako Gratis

Sumber: google.com


Bank BNI Ambon kini kembali memanjakan warga Ambon. Sebanyak 500 warga Kota Ambon kini bisa mendapat pengobatan gratis dari tim dokter dan perawat Kodam Pattimura yang telah disiapkan oleh BNI Ambon.

Tak hanya Bank BNI Ambon saja, Kementerian Sosial Republik Indonesia juga turut memberikan bantuan tambahan berupa 500 paket sembako. Acara Bhakti Sosial Pengobatan Umum ini digelar sebagai acara bersama antara Yayasan Pundi Amal dan Peduli Kasih SCTV/Indosiar dan BNI. Yang juga berkenaan dengan Peringatan Hari Pers Nasional itu diselenggarakan di Kantor Desa Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Ambon, Maluku, Rabu (8/2/17).

Acara BNI Ambon ini juga dihadiri oleh Menteri Sosial RI Khofifa Indar Parawansa, Panglima Daerah Militer Pattimura Mayor Jenderal TNI Doni Monardo, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, dan Pemimpin BNI Wilayah Makassar Slamet Djumantoro seperti yang dilansir oleh laman Indonesiasatu.

"Untuk menjaga agar masyarakat tetap sehat,  kami memberi tambahan nutrisi untuk seluruh peserta pengobatan gratis tersebut,  seperti susu, telor, roti, dan biskuit," ujar Kiryanto, Corporate Secretary BNI.

Pada kegiatan yang dilaksanakan BNI Ambon ini, Menteri sosial menyempatkan diri berkeliling dan menyapa satu per satu warga yang hadir untuk berobat kepada dokter dan perawat yang dihadirkan panitia. Mensos menyapa dan berdialog dengan warga Hukurila yang sangat antusias bertemu dengannya.

"Saya keliling Indonesia, sudah melihat ciri khas daerah di Indonesia. Kalau di Ambon ini ada Pela Gandong. Kekayaan Indonesia ini sangat banyak, harus dipertahankan. Kegiatan sosial semacam ini harus didukung terus," kata Khofifa.



Senin, 17 Februari 2020

Achmad Baiquni Tetap Diposisi Direktur Utama BNI

Sumber: google.com


Susunan pengurus PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) kini kembali mengalami perombakan. Dimana perombakan tersebut telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (30/8).

Melansir dari laman keuangan kontan, posisi Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama BNI tidak mengalami perubahan sama sekali. Namun, untuk posisi Direktur Keuangan BNI, RUPSLB BNI mengangkat Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan BNI menggantikan Anggoro Eko Cahyo.

"RUPSLB juga memberhentikan dengan hormat Catur Budi Harto sebagai Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan BNI," kata Ario usai RUPSLB, Jumat (30/8)

Bisa dilihat pada baris dibawah, berikut adalah jajaran dewan komisaris dan direksi yang dirombak.
Dewan Komisaris
Komisaris Komisaris Utama: Ari Kuncoro
Wakil Komisaris Utama : Hambra
Komisaris : Ratih Nurdiati
Komisaris : Askolani
Komisaris : Revrisond Baswir
Komisaris : Joni Swastanto
Komisaris : Pataniari Siahaan
Komisaris : Ahmad Fikri Assegaf
Komisaris : Sigit Widyawan.

Dewan Direksi
Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama : Herry Sidharta
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan: Tambok PS Simanjuntak
Direktur Tresury dan Internasional: Bob Tyasika Ananta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur TI dan Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Managemen Risiko: Rico Rizal Budidarmo
Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Endang Hidayatullah