![]() |
| Sumber: Tribunnews.com |
Semenjak Kejadian 46 cabang BNI Ambon dibobol oleh oknum
berinisial FY, beberapa waktu lalu. Pihak BNI menegaskan bahwa dana nasabah
tetap aman, sehingga tak perlu khawatir untuk tetap melakukan transaksi dan
menyimpan dana di BNI.
Menurut Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan
bilang bahwa peristiwa yang terjadi di BNI cabang Ambon merupakan perbuatan
oknum dalam sebuah sindikat, sehingga tidak dapat memengaruhi kondisi BNI secara umum.
Bagi para nasabah, jangan kawatir, untuk karena.
1. perasional layanan perbankan di BNI tetap berjalan normal,
termasuk di seluruh outlet yang berada di bawah koordinasi Kantor Cabang Utama
Ambon.
2. Kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga. Hal itu
dibuktikan dengan jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan
jumlah transaksi keluar.
3. BNI Ambon tetap
berkomitmen menjaga ketersediaan uang tunai yang dapat digunakan masyarakat
melalui berbagai channel, termasuk mesin ATM selama 24 jam sehari, tujuh hari
seminggu.
"Pelanggaran yang terjadi di BNI Ambon adalah kasus yang
memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di
BNI," kata dia, yang akrab disapa Iwan itu dalam keterangan tertulisnya,
Sabtu, 19 Oktober 2019.
ia juga menegaskan bahwa kasus tersebut sudah dalam proses
penyelidikan pihak kepolisian sehingga diharapkan dapat mempercepat proses
pengungkapannya.
Selain itu, Hasil investigasi dia menuturkan,
mengidentifikasi kondisi yang tidak wajar, yaitu terdapat dugaan adanya
sindikat yang menawarkan investasi tak wajar, di mana FY yang merupakan bagian
dari sindikat, mengumpulkan dana dari para investor dengan dijanjikan imbal
hasil yang cukup besar untuk berbisnis.
Menurut informasi, Nilai dana yang digelapkan FY berdasarkan
temuan hasil pemeriksaan internal di BNI Ambon seebsar Rp58,95 milia.
Berdasarkan hasil temuan tersebut, BNI menemukan adanya
kejanggalan transaksi. Dan atas temuan itu, BNI mengambil tindakan segera
dengan melaporkannya ke Polda Maluku untuk mengungkap dan menuntaskan kasus
serta mengupayakan recovery dana BNI yang digelapkan oleh sindikat.
Sumber: Viva.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar